Cerita KH Haris Sodaqoh di Acara Haul Mbah Abdurrahman - Pondok Pesantren Futuhiyyah

Breaking

Random posts

Minggu, 26 Agustus 2018

Cerita KH Haris Sodaqoh di Acara Haul Mbah Abdurrahman



Acara haul KH Abdurrahman bin Qosidil Haq dan keluarga pada Sabtu (25/08) yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak dipadati ribuan hadirin. Acara haul ini terdiri dari serangkaian acara yaitu ziarah bersama di makam KH Abdurrahman, pembacaan manaqib Syeh Abdul Qadir Jailani, pembacaan simtu ad-duror dan sima'an al-Qur'an 30 juz.

Pada puncak acara, KH Haris Shodaqoh, pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen,  Semarang selaku pembicara berpesan agar senantiasa merawat sifat sabar dan syukur seperti para ulama terdahulu. 

"Pahala dari sabar dan syukur itu tidak terukur." Kata kiai Haris.

Dalam penjelasannya mengenai sabar dan syukur, kiai Haris menceritakan sebuah kisah tentang percakapan sepasang suami istri. Sang suami memiliki wajah buruk rupa sedangkan istri mempunyai paras yang menawan.

"Dek, kalau urusan masuk surga jelas aku lebih unggul darimu," kata sang suami.
"Kenapa bisa begitu?" Istrinya menimpali.
"Karena aku orang yang selalu bersyukur memiliki istri secantik dirimu, dek."
"Ah kamu salah, mas. Kalau urusan surga aku lebih dulu, mas."
"Lha kok bisa ?" Tanya si suami dengan penasaran.
"Karena aku orang tersabar di dunia mas, punya suami yang wajahnya gak karu-karuan."

Selingan cerita ringan yang dipadukan dengan penjelasan arti sabar  dan syukur tersebut berhasil mengundang gelak tawa hadirin dan para tamu undangan yang hadir, sambil tersenyum-senyum sendiri Kiai Haris lalu melanjutkan penjelasannya.(Muhamad Khozin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar