Futuhiyyah Memperingati Haul KH Abdurrahman bin Qosidil Haq ke-78. - Pondok Pesantren Futuhiyyah

Breaking

Random posts

Sabtu, 25 Agustus 2018

Futuhiyyah Memperingati Haul KH Abdurrahman bin Qosidil Haq ke-78.


Dalam suasana lebaran Idhul Adha, Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyyah Mranggen Demak mengadakan acara peringatan hari wafat (haul) Almarhum KH. Abdurrahman bin Qashidil Haq yang ke-78 pada Sabtu pagi (25/8). Acara tersebut dihadiri oleh ribuan orang yang terdiri dari para kiai, santri, alumni, pejabat pemerintahan dan masyarakat umum.

KH. Muhammad Hanif Muslih selaku pengasuh Ponpes Futuhiyyah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu undangan dan jamaah Thoriqoh sekalian dan meminta maaf atas ketidaknyamanan dalam penyambutan dalam acara haul ini,” ucapnya.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat Ponpes Futuhiyah akan bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk membangun Politeknik dan melakukan peresmian Ma’had Aly.

Sementara itu, wakil gubernur terpilih Taj Yasin Maimoen yang sambutan atas nama pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting.

“Dalam menghadapi generasi modern ini, pondok pesantren menjadi salah satu benteng terakhir bangsa. Karena itu pesantren harus dikembangkan lebih baik dan mandiri supaya mampu memberikan inovasi yang berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

KH. Kharist Shodaqoh yang menjadi penceramah dalam acara tersebut menceritakan kisah perjuangan semasa hidup KH. Abdurrahman dari melawan tentara Kolonial Belanda.

“Pada zaman kolonial Belanda yang banyak menyengsarakan bangsa ini, perjuangan meraih kemerdekaan ini sangatlah berarti, semua unsur elemen masyarakat berupaya ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak terkecuali para santri dan kiai,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Al-Itqon Semarang itu juga memberi wejangan kepada hadirin agar bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian yang kita alami. Pesan agar menjadi pribadi yang baik ditengah era yang semakin berkembang ini juga turut beliau sampaikan.

“Salah satu faktor yang berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah penahanan nafsu yang perlu dijaga dan dalam menjalani kehidupan agar bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian yang dialami,” pungkasnya.( Khilman Al Hilmny)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar