Kiai Ma'ruf: Santri Bisa Jadi Apa Saja - Pondok Pesantren Futuhiyyah

Breaking

Random posts

Rabu, 05 September 2018

Kiai Ma'ruf: Santri Bisa Jadi Apa Saja

Sumber Gambar: Ghozali/Tribun


Kiai Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Selasa (4/9/2018) malam. Kedatangan kiai yang juga sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, Kiai Hanif Muslih, dan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Demak.

Sebelumnya, Kiai Ma'ruf menyambangi pesantren Al Anwar asuhan Kiai Maemoen Zubair dan sejumlah pesantren di Jawa Timur. Selanjutnya beliau juga akan berkunjung ke sejumlah pesantren yang ada di Jawa Barat.

Pada kesempatan ini Kiai Ma'ruf bertemu ribuan santri. Di hadapan para santri, keturunan Syekh Nawawi Banten itu memberi motivasi. Menurut beliau, selain bisa mengaji, santri juga bisa terjun ke ranah politik.

"Santri bisa jadi apa saja. Santri tidak hanya bisa ngaji, tapi juga bisa diangkat menjadi wakil presiden. Maka saya mengajak santri tidak usah kecil hati, rendah diri, buktinya saya santri diangkat, ditarik (menjadi calon wakil presiden)," kata Kiai Ma'ruf.

Beliau melanjutkan, diangkatnya beliau sebagai calon wakil presiden tak pernah dinyana-nyana.

"Saya sendiri tidak pernah bermimpi menjadi calon wakil presiden. Tapi karena kita orang NU, kita harus siap mengabdi untuk negeri," sambungnya.

Menurutnya, NU sudah berjuang sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Jadi, tutur beliau, NU itu bukan berjasa pada negara, tetapi pendiri negara.

Beliau menerima pinangan Jokowi karena terinspirasi salah satu pelajaran dari kitab Fathul Mu'in (kitab fikih).

Di dalam kitab itu, tutur beliau, di antara fardu kifayah adalah mengembangkan ilmu-ilmu syariat seperti fikih dan lainnya. Tetapi fardu kifayah yang lain adalah menghilangkan bahaya kelaparan dan bahaya kekurangan sandang yang mana keduanya bisa ditunaikan dengan menjadi orang yang punya wewenang.

"Karena itu saya ingin membantu Pak Jokowi mengentaskan kemiskinan, mengembangkan pendidikan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat," tandas beliau.

Sementara Kiai Hanif berujar, bahwa pada pemilihan presiden 2019 mendatang beliau siap mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebab, selain Joko Widodo berpasangan dengan kiai dari kalangan NU, pada pemilihan sebelumnya beliau juga memilih Joko Widodo sebagai presiden. Terlebih, dalam koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin terdapat PKB yang dinilai sebagai representasi dari NU.

"Terus terang sejak pemilihan kemarin saya pilih Joko Widodo bukan karena asal-asalan. Tapi saya punya ijtihad sendiri. Kali ini, saya kembali akan memilihnya," tutur beliau.

Beliau juga menandaskan bahwa setiap warga NU wajib mendukung Kiai Ma'ruf.

"Sebagai warga NU kita wajib mendukung calon NU. Kalau tidak mendukung (Kiai Ma'ruf), maka NU-nya diragukan," pungkas beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar