Nama Kiai Hanif Muslih Dicatut di Meme PKS, Ini Klarifikasi Gus Faizurrahman Hanif - Pondok Pesantren Futuhiyyah

Breaking

Random posts

Selasa, 02 April 2019

Nama Kiai Hanif Muslih Dicatut di Meme PKS, Ini Klarifikasi Gus Faizurrahman Hanif



Di media sosial beredar meme berisi kalimat Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyyah Mranggen Demak, KH. Muhammad Hanif Muslih yang seolah-olah mendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kalimat itu berbunyi, "Jika tidak diisi orang baik, politik akan diisi orang jahat. Saya berharap PKS terus menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat dan umat."

Meme itu pertama kali diposting ke facebook oleh akun PKS Art pada Senin (1/4) kemarin pukul 14.29 WIB. Postingan tersebut telah disukai 25 pengguna facebook dan 12 kali dibagikan.

Kalimat dalam meme tersebut memang pernah diucapkan Kiai Hanif Muslih, tetapi sebagai sebuah harapan untuk PKS, bukan dukungan politik terhadap partai tersebut apalagi dukungan terhadap paslon tertentu.

"Perlu saya konfirmasai ke para kiai al-mukarramun, para alumni dan masyarakat sekalian, gambar (meme) di atas adalah komentar Abah saat ditanya mengenai harapan untuk PKS ke depan, saat silaturrahmi Habib Salim Segaf Al-Jufri beserta rombongan sebagian pengurus DPP, DPW, DPC PKS di Ndalem Abah Hanif tgl 04/07/2018, jauh hari sebelum deklarasi 01 atau 02," ujar putra Kiai Hanif Muslih, Gus Ahmad Faizurrahman Hanif.

Selain harapan, lanjut Gus Faiz, Abah juga memberikan saran dan kritik untuk PKS. Sayang sekali yang kritik tidak diekspose dijadikan meme.

"Jadi komentar di atas tidak ada sangkut pautnya dengan dukungan ke paslon 02 dan dukungan untuk PKS," lanjutnya.

Gus Faizurrahman selaku putra Kiai Hanif Muslih merasa keberatan dengan beredarnya meme tersebut.

"Kami juga keberatan dengan meme di atas karena dibuat sedemikian rupa dengan ada atribut PKS dan Paslon 02 dan dibuat menjelang hari-hari coblosan, seolah-olah mencitrakan bahwa Abah Hanif mendukung PKS dan Paslon 02. Padahal tidak sama sekali!" Tandasya.

Menurut pria yang juga pengasuh Ponpes Nurul Burhany 2 itu, dalam soal pilpres 2019 ini Kiai Hanif Muslih sudah menentukan pilihannya.

"Bahkan jauh hari sebelum kunjungan cawapres 01, Hadhrotul Mukarrom Shohibul Fadhilah KH. Ma'ruf Amin selepas Ibadah Haji, Abah Hanif sudah memutuskan untuk memilih paslon 01, dan berprinsip serta berkomitmen teguh untuk tidak menerima kedatangan PS (Prabowo Subianto, red.) ke Futuhiyyah," terangnya.

Gus Faiz menyampaikan bahwa bila Kiai Hanif telah menentukan pilihannya, beliau tidak mau menerima kunjungan paslon yang bukan pilihannya. Baik itu calon bupati, gubernur, atau presiden, termasuk wakil-wakilnya.

"Seperti yang kita lihat saat Pilgub Jateng kemarin, Abah menolak kedatangan salah satu cawagub karena sudah berkomitmen dengan cawagub yang lain," jelasnya.

Prinsip ini, pungkas Gus Faiz, perlu kita pahami dan hormati karena biar terhindar dari tuduhan "tidak punya pendirian" atau "fitnah" di tengah-tengah masyarakat yang mudah menilai sebelah mata dan cenderung negatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar